Cinta yang membebaskan

​Apa tanda kalau kita benar-benar mencintai pasangan kita ? 

Sementara kita sibuk memikirkan soal apakah pasangan kita betul-betul mencintai kita, mari kita mulai berlatih dengan bertanya hal sebaliknya. Apakah kita betul” mencintai pasangan kita ? 

Pasti kita semua setuju kalau kita mengatakan kalau kita “mencintai” pasangan kita, namun bagaimana kita mengekspresikan cinta itu sendiri ? 

Ada 2 Cara kita mencintai, mencintai dengan memberikan ruang pada EGO atau mencintai dengan KETULUSAN. 

Kalau memberikan ruang pada ego, kecenderungan kita ingin “Pasangan” kita menjadi “baik” menurut persepsi kita sendiri tanpa memikirkan kenyamanan pasangan kita, kita memaksakan hal ini karena kita merasa inilah jalan yang terbaik ! Aku seperti ini karena aku mau Pasanganku menjadi baik !! 

Kita melihat ini sesuatu yang “baik” padahal ini hanyalah cara kita memuaskan ego kita, karena nature nya ego adalah ingin melihat, merasakan Dan menikmati hal-hal yang ia (individual) sukai saja. 

Cara ini baik namun, perlunya kita menyadari Cara ini bukanlah pilihan yang menarik . bayangkan kita berharap sesuatu yang di luar diri kita bisa sesuai dengan harapan kita. Padahal tidak semua hal di Dunia ini bisa berjalqn sesuai kontrol diri kita, termasuk pasangan kita. Dengan memegang keyakinan ini Dan Cara ini , kita akan terhanyut dalam siklus naik turun suka&duka. Saat pasangan sejalan, kita suka, pada saat tidak sejalan kita duka. Dan terus kita hanyut dalam penderitaan tidak ada akhirnya. 

Mari ambil kesempatan untuk masuk ke next level yaitu mencintai dengan KETULUSAN. 

Mencintai dengan KETULUSAN mempunyai ciri yang sangat menonjol yaitu “Membebaskan” atau dengan bahasa lainnya “kita membiarkan pasangan kita bertumbuh sesuai dengan panggilan alami nya”. Dengan Cara inilah kita akan menemukan ” Sang Cinta” benar-benar hadir di dalam berpasangan. Karena ciri-ciri kehadiran “sang cinta” dalam berpasangan adalah kita menjadi pengamat atas segala fenomena tidak memberikan ruang pada ego kita. Tidak heran bagi orang-orang bijak sering mengatakan “CINTA ITU MEMBEBASKAN” bukan saja membebaskan pasangan kita tetapi sebenarnya kita membebaskan diri kita !

Januari 26, 2017

0 responses on "Cinta yang membebaskan"

    Leave a Message

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    X