Drama Kehidupan

Ada dua tipe permainan drama yang paling banyak di mainkan orang di kehidupan ini.
Pertama yang paling banyak adalah tipe Kontrol, ya seperti namanya. Orang tipe ini selalu memakai cara kontrol untuk mewujudkan apa yang ia inginkan.
Orang tua “mengontrol” anak,
Atasan “mengontrol” bawah an,
Pasangan yang “mengontrol”,
Dan banyak peran” yang mengontrol.
Apa ciri” drama kontrol ini?
– ada yang Menjadi introgator dan intimidator
– dan yang di introgasi dan intimidasi Menjadi tertutup dan merasa bersalah
– drama ini terus berulang”, membuang banyak energy karena berusaha mengontrol banyak hal
– tentunya konflik berkepanjangan Menjadi makanan drama ini, sampai suatu saat yang di intimidasi punya power. Peran nya berjalan sebaliknya. Ia Menjadi introgator dan intimidator.
Drama ini terjadi karena ego dan kemelekatan kita terlalu kuat untuk mewujudkan keinginan pribadi kita tanpa memikirkan orang lain.
Drama Kedua adalah drama melepaskan.
Apa ciri drama ini?
– Trust yang tinggi
– berusaha untuk Saling memahami dan Memaklumi
– energy giver ( memberi) bukan energy taker (mengambil/memanfaatkan)
– komunikasi yang baik Dan terbuka
Drama ini begitu lepas dan mengalir, tidak ada Saling menyalahkan, tidak ada yang di kontrol, semua dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi saja, dalam drama ini konflik tidak berkepanjangan tetapi konflik Menjadi jembatan Saling mensupport dan mengembangkan diri ( love n compassion).
Kamu terbiasa Dengan bermain drama apa?
Kedua drama ini sama” bisa mewujudkan apa yang kita inginkan, tetap keduanya punya konsekuensi yang berbeda.
Namaste 🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Belajar dari Napas

Tarik nafas….. Menerima, Buang nafas….. Melepaskan, Di Antara tarikan dan buang nafas ada jeda…. Ketenangan sesaat, Ketika menarik nafas , kita butuh sebuah…. Usaha….. Ada upaya, energy yang kita keluarkan

karma

Menabur Karma baik bukan berarti kamu akan hanya menerima yang baik saja, kamu juga tetap menerima yang buruk. Karena apa ? Pertama : Kebaikan yang kamu lakukan itu relatif baik,