was successfully added to your cart.

Reiki Dan Nonduality

By February 4, 2017Awareness

Saya bukan pakar Reiki walaupun saya pernah belajar Reiki dan pendekatan sejenis sudah sejak 15 tahun lalu sampai level master. Reiki di kenal sebagai teknik penyembuhan berbasis energy alam semesta yang sering Kali menggunakan simbol-simbol unik dalam praktik nya.

Saya sebagai praktisi Dan juga Pengajar Nonduality tertarik melihat Reiki dari sisi Nonduality. Ada 3 simbol di Reiki sangat populer yaitu cho ku rei, se hei ki Dan Hon SA zhe so nen. ( maaf kl ada salah penulisan ).

Cho ku rei adalah simbol kekuatan dari energy Reiki. Ia mempunyai arti kata yang Nondual sekali yaitu

“Tempat kan energy semesta di sini”.
Buat saya ini adalah teknik kita mengenali ” kesadaran” kita, di mana kesadaran lah sumber dari segala energy yang ada di semesta ini. Ia ada karna ada kesadaran. Ketika kita mengenal kesadaran kita Dan duduk berdiam dalam kesadaran kita , maka sejatinya kita sudah melampaui diri ini, tubuh ini, ego ini, penderitaan ini dan lainnya. Cho ku rei buat saya sebuah symbol yang penting Dan mendalam.

Yang kedua simbol :
She hei kie yang biasa di pakai untuk kebutuhan penyembuhan mental Dan emotional. Simbol ini mempunyai arti kata yang mendalam yaitu

“TUHAN Dan Kita adalah satu”
Atau biasa di kenal dengan Oneness. Oneness atau bisa juga di sebut dengan Nondualitas.
Ketika kita dapat melihat dan mengenal TUHAN yang satu dengan kita Dan ia ada bersama kita, sejati nya inilah jalan kita mengenal diri sejati yang dimana kita bukan tubuh ini, kita bukan pikiran ini, kita bukan nama , status, pekerjaan ini Dan lainnya. Dengan memahami hakikat oneness maka sejatinya kita terbebaskan dari belenggu penderitaan kita Dan kita duduk tenang dalam kedamaian bersama TUHAN.

Simbol ketiga adalah Hon Sa She so nen.
Simbol ini biasa dipakai untuk penyembuhan jarak jauh yang mempunyai dua pemaknaan :
Pertama :
“Tidak ada masa lalu, tidak ada masa depan Dan tidak ada masa kini”

Ini adalah konsep yang melampaui konsep. Di mana tidak adanya waktu, kekosongan, kesunyataan. Ketika tidak ada waktu maka tidak ada yang bisa kita genggam, ketika tidak ada yang kita genggam maka tidak ada penderitaan.

Kedua :
“TUHAN di dalam dirimu berhubungan dengan TUHAN di dalam dirimu”

Ini menjelaskan bahwa sejatinya Kebahagiaan itu sudah ada di dalam diri kita, tidak ada di mana-mana. Ia ada di dalam dirimu Dan juga di dalam dirimu Dan semua makhluk, tugas kita hanya menyadari keberadaannya. Keberadaan TUHAN yang sudah ada di dalam diri kita Dan semua makhluk, dengan seperti itu yang tersisa hanyalah ketenangan Dan kedamaian.

So, dari sini saya melihat, Reiki hadir bukan saja untuk menyembuhkan permasalah penyakit fisik kita tetap Reiki hadir di Dunia ini dengan misi yang begitu besar layaknya guru-guru nabi Suci yaitu ingin menjadikan Reiki sebagai alat untuk semua makhluk bisa terbebas dari segala bentuk penderitaan Dan mengenal Kebahagiaan sejati . ( Mokhsa/Enlightment/Freedom/Heaven)

Leave a Reply